Tuesday, June 10, 2014

Komputasi Modern dan Parallel Processing

Tuesday, June 10, 2014
Paralel Processing adalah kemampuan menjalankan tugas atau aplikasi lebih dari satu aplikasi dan dijalankan secara simultan atau bersamaan pada sebuah komputer. Secara umum, ini adalah sebuah teknik dimana sebuah masalah dibagi dalam beberapa masalah kecil untuk mempercepat proses penyelesaian masalah.

Terdapat dua hukum yang berlaku dalam sebuah parallel processing. yaitu:

  • Amdahl berpendapat, “Peningkatan kecepatan secara paralel akan menjadi linear, melipatgandakan kemampuan proses sebuah komputer dan mengurangi separuh dari waktu proses yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah masalah.
  • Pendapat yang dikemukakan Gustafson hampir sama dengan Amdahl, tetapi dalam pemikiran Gustafson, sebuah komputasi paralel berjalan dengan menggunakan dua atau lebih mesin untuk mempercepat penyelesaian masalah dengan memperhatikan faktor eksternal, seperti kemampuan mesin dan kecepatan proses tiap-tiap mesin yang digunakan



Tujuan utama dari pemrosesan paralel adalah untuk meningkatkan performa komputasi. Semakin banyak hal yang bisa dilakukan secara bersamaan (dalam waktu yang sama), semakin banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan. 

Banyak perkembangan-perkembangan baru dalam arsitektur komputer yang didasarkan pada konsep pemrosesan paralel. Pemrosesan paralel dalam sebuah komputer dapat didefinisikan sebagai pelaksanaan instruksi-instruksi secara bersamaan waktunya. Hal ini dapat menyebabkan pelaksanaan kejadian-kejadian (1) dalam interval waktu yang sama, (2) dalam waktu yang bersamaan atau (3) dalam rentang waktu yang saling tumpang tindih.
Sekalipun didukung oleh teknologi prosesor yang berkembang sangat pesat, komputer sekuensial tetap akan mengalami keterbatasan dalam hal kecepatan pemrosesannya. Hal ini menyebabkan lahirnya konsep keparalelan (parallelism) untuk menangani masalah dan aplikasi yang membutuhkan kecepatan pemrosesan yang sangat tinggi, seperti misalnya prakiraan cuaca, simulasi pada reaksi kimia, perhitungan aerodinamika dan lain-lain.

Konsep keparalelan itu sendiri dapat ditinjau dari aspek design mesin paralel, perkembangan bahasa pemrograman paralel atau dari aspek pembangunan dan analisis algoritma paralel. Algoritma paralel itu sendiri lebih banyak difokuskan kepada algoritma untuk menyelesaikan masalah numerik, karena masalah numerik merupakan salah satu masalah yang memerlukan kecepatan komputasi yang sangat tinggi.

Arsitektur Paralel
Paralelisme dalam suatu komputer dapat diaplikasikan pada beberapa tingkatan, seperti berikut:
  • Tingkat pekerjaan: antara pekerjaan-pekerjaan atau fase-fase suatu pekerjaan. Hal ini menjadi prinsip dasar dari multiprogramming. [1]
  • Tingkat prosedur: antara prosedur-prosedur dan di dalam loop. Hal ini harus tercakup sebagai hal yang penting bagi suatu bahasa. [1]
  • Tingkat instruksi: antara fase-fase sebuah siklus instruksi, yaitu fetch, decode dan eksekusi suatu instruksi. [1]
  • Tingkat aritmatika dan bit: antara bit-bit dalam sirkuit aritmatika. Salah satu contohnya adalah adder paralel. [1]

Telah banyak usaha untuk mengklasifikasikan perancangan arsitektur komputer paralel. Namun tidak ada satupun yang mampu memisahkan semua jenis perancangan menjadi kelompok-kelompok yang berbeda. Skema klasifikasi yang paling umum digunakan adalah taksonomi Flynn. Ada pula dua skema lainnya yaitu: Shore dan Feng. [1]


Taksonomi Flynn adalah klasifikasi arsitektur komputer, diusulkan oleh Michael J. Flynn pada tahun 1966.[3] Klasifikasi ini didasarkan pada gagasan aliran informasi. Dua jenis aliran informasi ke prosesor: instruksi dan data. Secara konseptual ini dapat dipisahkan menjadi dua aliran independen. [2]


Single instruction
Multiple instruction
Single data
SSID
MISD
Multiple data
SIMD
MIMD

Sementara Komputasi Modern bisa diartikan sebagai cara untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma. Hal ini ialah apa yang disebut dengan teori komputasi, suatu sub-bidang dari ilmu komputer dan matematika. Selama ribuan tahun, perhitungan dan komputasi umumnya dilakukan dengan menggunakan penadan kertas, atau kapur dan batu tulis, atau dikerjakan secara mental, kadang-kadang dengan bantuan suatu tabel. Namun sekarang, kebanyakan komputasi telah dilakukan dengan menggunakan komputer.
Secara umum iIlmu komputasi adalah bidang ilmu yang mempunyai perhatian pada penyusunan model matematika dan teknik penyelesaian numerik serta penggunaan komputeruntuk menganalisis dan memecahkan masalah-masalah ilmu (sains). Dalam penggunaan praktis, biasanya berupa penerapan simulasi komputer atau berbagai bentuk komputasi lainnya untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam berbagai bidang keilmuan, tetapi dalam perkembangannya digunakan juga untuk menemukan prinsip-prinsip baru yang mendasar dalam ilmu.

Hubungan antara Komputasi Modern dan Parallel Processing :
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa parallel processing merupakan bagian dari perkembangan komputasi modern, jika komputer konvensional awalnya melakukan kegiatan dengan sekuensial kemudian terjadi transisi menjadi parallel, hal ini terjadi karena kebutuhan pemrosesan banyak data dalam waktu yang singkat. Komputasi modern menemukan pemecahan masalah, dengan bantuan parallel processing untuk mempersingkat pemecahan masalah. 

Komentar :
  • Kelebihan : dengan adanya perpaduan antara komputasi modern dan parallel processing, pekerjaan akan lebih cepat mudah dan efisien untuk dikerjakan dalam satu waktu sehingga permasalahan yang ada juga bisa dengan mudah terselesaikan.
  • Kekurangan : untuk menerapkan parallel processing dalam skala besar dan mengatasi masalah yang besar dibutuhkan modal yang tidak sedikit, selain itu dibutuhkan juga sumber daya manusia yang bisa merawat dan mengoperasikannya dengan baik. tidak semua negara mampu menerapkan keduanya untuk mengatasi masalah yang terjadi di negara ini, seperti Indonesia.


sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi
http://rrezzablog.blogspot.com/2009/11/parallel-processing.html



0 comments:

Post a Comment

Copyright © Halo!